Pruning Shears Given Free of Charge to Coffee Farmers Skip to main content

Total readers (Jumlah pembaca):

Pruning Shears Given Free of Charge to Coffee Farmers

Pruning Shears Given Free of Charge to Coffee Farmers
** Kita masih membutuhkan ribuan gunting dan juga masih perlu melakukan banyak alih pengetahuan dan teknologi kepada petani kopi. ** Tuhan telah dan akan selalu memberkati dermawan yang dipakai Tuhan untuk menyalurkan berkat dan kasihNya bagi manusia dan alam semesta. Dermawan tersebut adalah para pembeli kopiku.  Keuntungan penjualan Kopi yang saya produksi yakni Aleale (Arabica), Sirambumas (Robusta) dan Luwak DaSola (Reguler dan Peaberry) telah saya gunakan untuk membeli sebanyak 40 gunting (senilai Rp. 1.400.000) yang telah diberikan secara gratis kepada Petani Kopi di Kabupaten Dairi, Simalungun, Samosir, Humbang Hasundutan, Tobasa, Pakpak Bharat, Tapanuli Utara dan Karo di Provinsi Sumatera Utara.  Gunting tersebut digunakan untuk memotong tunas-tunas adventif, cabang-cabang nonproduktif seperti cabang gila atau cabang sungsang dalam konteks “Membangun Rantai Nilai Kopi Yang Produktif dan Berkelanjutan” di Sumatera Utara. Menggunakan gunting akan meningkatkan produktivitas kerja dan meningkatkan produksi kopi yang akan meningkatkan kesejahteraan petani kopi. Selain memberikan gunting, saya juga beberapa kali telah melakukan kegiatan penyuluhan untuk alih pengetahuan dan teknologi dimana biaya kegiatan ini saya  ambil dari profit penjualan kopi saya. Terima kasih sebesar-besarnya saya ucapkan kepada para dermawan (pembeli kopiku).


** We still need thousands of scissors as well as many counceling activities in order to transfer  knowledge and technology to coffee farmers. ** God has and will always bless the generous used by God to dispense blessings and God’s love for mankind and universe. The generous are the buyers of my coffee.  Gain on sale of coffee that I produce Aleale (Arabica Coffee), Sirambumas (Robusta Coffee) and Luwak DaSola (Regular and Peaberry Civet Coffee) has been used by me to buy 40 scissors IDR 1,400,000 which have been given free of charge to the coffee farmers in Dairi, Simaungun, Samosir, Humbang Hasundutan, Tobasa, Pakpak Bharat, Tapanuli Utara and Karo Regencies of North Sumatra Province of Indonesia. We still need thousand of scissors.  Scissors will be used to cut the adventitious shoots, nonproductive brances like crazy branch or breech in the context of “To Build Sustainable Productive Coffee Value Chain” in North Sumatra Province of Indonesia. Using scissors will increase labor productivity and improve coffee production which will increases the welfare of coffee farmers. In addition to giving the scissors, I also have done several times counceling activities for knowledge and technology transfer to coffee farmers in which I use the profit of the coffee sale to cover the operational costs. Thank you profusely, I thank the generous (my coffee buyers).

Terima kasih.
Thanks.













Thanks.  Kind regards.

Dr. Ir. Sabam Malau