Beli Kopi Untuk China Skip to main content

Total readers (Jumlah pembaca):

Beli Kopi Untuk China

Beli Kopi Untuk China

(In English language Buy Coffee for China)

Negara-negara pengekspor kopi berkompetisi dengan keras.  Masing-masing mereka selalu mengupayakan untuk selalu berada di peringkat teratas demi devisa dan kesejahteraan masyaratnya.  Mereka menggunakan beberapa instrument seperti kebijakan tarif dan non-tarif.  Masing-masing mereka selalu mencari pasar potensial seperti China. Indonesia sedang berada pada jalur untuk meningkatkan market kopi Indonesia di internal dan eksternal negara-negara ASEAN.  Indonesia optimis mampu meningkatkan sumbangan pasarnya karena kopi Indonesia bertumbuh dengan baik. 

Sekarang ini China merupakan salah satu target pasar biji kopi mentah (green bean) Indonesia.  Nilai ekspor biji kopi mentah ke China sebanyak USD 2,3 Juta pada tahun 2009, dan meningkat pada tahun 2010.  Tentu saja adalah bijaksana untuk menduga bahwa nilai ekspor biji kopi mentah Indonesia meningkat pula pada tahun 2011 karena pasar China yang potensial tersebut.  Agar ekspor tersebut memberikan laba yang lebih banyak lagi maka marilah kita dengan seksama mempelajari sistem perdagangan internasional yang sesungguhnya mudah terutama nilai tukar atau forex atau foreign ekspor. 

Dengan penduduk 1,3 miliar, China merupakan market yang luar biasa besar potensinya.  Saat ini konsumsi kopi China sangat rendah yakni sekitar 0,02 kg per kapita per tahun, atau setara dengan 30.000 ton biji kopi hijau per tahun.  Konsumsi ini masih dapat ditingkatkan karena terjadinya perobahan kebiasaan konsumsi pada wirausahawan-wirausahawan China, para pemuda dan penduduk kota.  Mari kita asumsikan bahwa konsumsi penduduk China dalam 10 tahun yang akan datang setara dengan komsumsi kopi pada masyarakat Mongolia saat ini yakni 0,3 kg per kapita per tahun.  Ini berarti, konsumsi kopi pada masyarakat China meningkat 15 kali pada 10 tahun yang akan datang dibandingkan dengan konsumsi sekarang.  Akibatnya, kebutuhan China akan kopu dalam 10 tahun akan meningkat bertahap dari 30.000 to per tahun (2010) menjadi 450.000 ton per tahun (2020).  Oleh karena itu, China merupakan potensi pasar yang sangat luar biasa.  Ini pasar raksasa yang menjanjikan.  Namun demikian, Indonesia tidak boleh menganggap rendah tantangan dan ancaman ekspor kopi Indonesia ke China. 

Kata-kata bijak klasik masih ada : “Semut akan selalu pergi ke tempat gula”.  Pertanyaan : Akankah China menjadi “lahan gula” untuk biji kopi mentah Indonesia? Dan, bagaimana para pembeli (pengimpor) di Benua Amerika, Eropah, Australiada Asia akan mengantisipasi situasi tersebut?  Jawabannya : pastilah ada beberapa solusi yang saling menguntungkan.  Apa yang perlu dilakukan adalah : mari mencarinya. 



Gambar 1. Pasar kopi gabah di Kota Panguruan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara,

Postingan terkait: klik

Terima kasih.
Salam kopi, tanda C.

Dr. Ir. Sabam Malau